Headlines News :
Home » » Saatnya Pemuda Berwirausaha

Saatnya Pemuda Berwirausaha

Written By Admin on Senin, 19 Maret 2012 | 01.08


Fresh Graduate selalu saja dipusingkan mencari pekerjaan kesana-sini setelah lulus kuliah. Kali ini Muamalah Community mendobrak jiwa para pemuda agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Namun, apapun pekerjaannya, allah lah tujuannya.”

Para pemuda kini sedang   terbawa arus trend boyband and girlband yang tengah membuming di bumi Nusantara.  Tidak sedikit anak muda saling berlomba membentuk groupband bawaan korea ini.  Namun tidak dengan tujuh mahasiswa asal Jakarta berlatarbelakang jurusan ekonomi bisnis ini. Mereka bersatu dan siap mendobrak jiwa para pemuda Muslim untuk berwirausaha secara Islami. 


Seven Wonders sebutan ketujuh mahasiswa yang mendirikan muamalah community, kumpulan mahasiswa dari berbagai sekolah bisnis di Jakarta yang berjiwa entreprenuer Muslim. Mereka adalah Faizun Muhtada (Sampoerna school of Business), Omar Rofil (Universitas Bakrie), Rini Ariani (Universitas Paramadina), Khoirul Umam (Sampoerna school of education), Masitah, Devia Puspitasari, dan Fadly Hermawan dari Universitas Bakrie.

Awalnya, mereka adalah aktivis dakwah kampus di masing-masing universitas. Kegiatan-kegiatan mahasiswa yang selalu saja berujung pada politik membuat jenuh.  Bagi mereka pergerakannya hanya seperti itu-itu saja, tidak ada yang istimewa.

Berada dititik kejenuhan akhirnya mereka dipertemukan di sebuah acara gabungan antar universitas. Merasa mempunyai tujuan yang sama, mereka berkumpul dan setelah berdiskusi panjang dengan visi dan misi Laa Ilaha Illalllah Muhammadar Rasulullah akhirnya terbentuklah Muamalah Community .

Menurut Faizun Muhtada, salah satu pendiri Muamalah Community,Tujuan didirikannya Muamalah community ingin membangunkan jiwa anak muda agar terlepas dari kapitalis yang sudah menjajah pikiran mereka melalui politik. “ Padahal disisi lain ada yang lebih penting  yaitu ekonomi,” ungkap Faiz.
Walaupun tidak ada yang berlatar belakang pendidikan ekonomi Islam, Nilai-nilai yang ditanamkan dalam komunitas ini adalah Islamic Way’s, Family in Community, Social Education, dan Socialpreneurship. “ Saya belajar ekonomi kapitalis, tapi dari sini saya bisa lebih memahami dimana letak kesalahan ekonomi yang tidak sesuai dengan syariah,” papar mahasiswa semester empat ini. “ walaupun belajar ekonomi kapitalis tapi kami tidak buta agama,” tambahnya.

Salah satu program yang telah direalisasikan untuk membangkitkan semangat wirausaha para pemuda Muslim, bulan lalu Muamalah Community sukses mengadakan konferensi Milioner Muslim Muda atau Muslim Youth Millionaire Conference (MYMC) 1433h, di Plaza Bapindo, Sudirman Kav.54-55.

Lisana Sidqin Aliyya, anggota Muamalah Community menjelaskan, Konferensi yang mengundang para wirausaha muda sebagai pembicara ini, mengusung 5 Trend yaitu The Power of Dinar and Dirham, The Power of Creative Writing and Social Media, The Power of Risk-Taking and Strategy, The Power of Positive Thinking, dan The Power of Shadaqah

Para  pembicara yang hadir dalam Muslim Youth Millionaire Conference di antaranya Abdarrahman Rahadi dari Jawara, Olih Solihin (penulis), Reza "Maicih", Agus "Ayam Bakar Mas Mono", Hendy "Kebab Baba Rafi", Rangga "Lele Lela", Habibie Afsyah, dan Hamzah Izzulhaq.

Konferensi yang dibuka oleh Sekjen MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia), H Bachtiar Nasir Lc, dimulai pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 20.00 wib. Namun, para calon pengusaha muslim muda yang hadir tampak antusias dan tetap semangat mengikuti acara demi acara.

Selain konferensi, lanjut Lisana, kami juga menggelar bazaar Festival Hari Pasaran (FHP) dari JAWARA Dinar Dirham. “ Semua transaksi di bazaar ini mengikuti cara transaksi Rasulullah dengan menggunakan dinar dirham,” ujarnya.

Harapannya, sambung Faiz, setelah mengikuti konferensi ini dapat membuka wawasan para peserta dan membangkitkan semangat wirausaha. “ Belajar dari pembicara yang telah sukses menjadi pengusaha muslim muda,” paparnya.

Dan kegiatan tidak berhenti sampai disini, setiap tahun konferensi ini akan terus berlanjut. Selain itu, dalam waktu dekat muamalah community akan mengadakan camp pengusaha muslim muda. “ agar lebih solid,” kata Faiz. Ryan Febrianti

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

'Quote'

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah"
- Pramoedya Ananta Toer-

" Pensil yang tumpul lebih baik dari ingatan yang tajam"
- Kaelany HD -

" Wa Laa Tamutunna Illa wa antum Kaatibuun "
- Prof.Ali Yaqub -




 
Support : Ekonomi Islam | Yans Doank | Murabahah Center
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ryan's Blog - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Yans Doank