Headlines News :
Home » » Menyikapi Si Kecil yang Suka Cemburu

Menyikapi Si Kecil yang Suka Cemburu

Written By Admin on Jumat, 17 Februari 2012 | 08.16


Anak sering kali suka cemburu terhadap saudaranya. Bagaimana orangtua menyikapi anak yang suka cemburu? Berikut tips-tipsnya.  

Menurut Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, Dra. Fadhilah Suralaga, Msi, rasa cemburu atau bahkan iri seseorang kepada orang lain sebenarnya merupakan perasaan yang manusiawi yang timbul karena manusia memang hidup sebagai makhluk sosial. Penyebab utamanya, karena munculnya perasaan takut kehilangan perhatian dan kasih sayang dari orang yang dicintai. 


Dalam konteks ini, persoalan kecemburuan antara adik dan kakak dalam keluarga bisa dilihat sebagai hal yang wajar  dan lumrah. Banyak faktor kenapa anak menjadi suka cemburu, tapi faktor perasaan akan kehilangan kasih sayang adalah penyebab utama kenapa anak tiba-tiba menjadi seorang pecumburu. 

 “Bagi sang kakak, ketika sang adik lahir, hal itu seakan-akan seseorang akan merebut kasih sayangnya,” ujar Fadhillah Suralaga kepada Majalah Gontor.

Menurut Teori Maslow, setiap manusia mempunyai kebutuhan dalam hidupnya. Antara lain, kebutuhan psikologis yang berkaitan dengan perhatian dan kasih sayang, kebutuhan fisik, rasa aman, harga diri dan aktualisasi diri. 

Pada diri anak, kebutuhan fisiknya harus dipenuhi. Sedangkan kebutuhan perhatian dan kasih sayang, wujudnya macam-macam, bisa saja ketika mempunyai adik, seorang kakak akan merasakan kehilangan kasih sayang. 

Faktor usia juga bisa mempengaruhi rasa cemburu. Semakin dekat jarak umur antara adik dan kakak, maka perasaan cemburu itu akan semakin besar. Begitu juga sebaliknya, semakin jauh jarak usianya, maka sang kakak akan lebih mengerti ketika ia mempunyai adik.

Ketika anak merasa kehilangan perhatian dan kasih sayang orangtuanya. Sementara orangtua memberikan perhatian yang sangat menonjol kepada adiknya. Maka ia akan merasa kesepian bahkan marah. 

Reaksi tidak terima ini biasanya berbeda-beda pada tiap anak. Ada yang bereaksi dengan mengamuk atau sebaliknya anak menjadi pendiam. “Kecemburuan jika tidak ditangani akan menimbulkan efek negatif dan berakibat melakukan tindakan, seperti melukai adiknya,” ungkap lulusan Psikologi UI ini. 

Untuk itu, Fadhilah memberikan beberapa tips menyikapi anak seperti di atas. Pertama, orangtua harus peka memainkan perannya, terutama ibu. Karena ibu yang sangat dekat dengan anak.

Kedua, harus ada keseimbangan antara peran ayah dan Ibu. Jika ibu sedang merawat adik, maka ayah mengajak kakaknyabermain. ”Anak harus dibangun suasana hati dan pikirannya yang positif dan sehat untuk menerima kehadiran adik,” katanya. 

Ketiga, orangtua hendaknya tidak membanding-bandingkan antara yang satu dengan yang lain. Tapi, lihat dan perhatikan kelebihan masing-masing. Berikan support dan penghargaan agar anak terus menggali potensi yang ia miliki.  

“Seringkali orangtua lupa memberikan pujian atau penghargaan kepada anak atas keberhasilannya,” papar Fadhilah. Orangtua hendaknya tidak berlebihan memberikan motivasi secara material, karena dapat mengubah orientasi belajarnya./Febrianti dan Roji

Tips Mengatasi Anak Cemburu
1.       Siapkan mental kakak sebelum adik lahir.  Bangun suasana hati dan pikiran positif untuk bisa menerima kehadiran sang adik.
2.      Libatkan sang kakak setelah adiknya lahir dalam aktivitas sehari-hari. Seperti meminta bantuannya mengambilkan baju untuk sang adik atau menjaganya.
3.      Dengarkan perasaan anak dan sikapi dengan bijak.
4.      Hindari membanding-bandingkan anak dengan anak yang lain.
5.      Tumbuhkan kebiasaan saling memberi penghargaan dalam berbagai hal
6.      Bersikap adil dan jangan pilih kasih.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

'Quote'

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah"
- Pramoedya Ananta Toer-

" Pensil yang tumpul lebih baik dari ingatan yang tajam"
- Kaelany HD -

" Wa Laa Tamutunna Illa wa antum Kaatibuun "
- Prof.Ali Yaqub -




 
Support : Ekonomi Islam | Yans Doank | Murabahah Center
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ryan's Blog - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Yans Doank