Headlines News :
Home » » Ragu dengan Bible, Islam Memberikan Jawaban

Ragu dengan Bible, Islam Memberikan Jawaban

Written By Admin on Kamis, 16 Februari 2012 | 00.12


Hidayah
Dewi Purnamawati

“ Setelah bertahun-tahun dalam pergulatan batin, melakukan perenungan serta memohon petunjuk kepada Tuhan sebenar-benarnya Tuhan. Perempuan aktifis pemurtadan ini mendapatkan jawaban setelah musibah hampir merenggut nyawanya.”

Dilahirkan dari rahim seorang wanita aktifis gereja yang sangat fanatik, Dewi Purnamawati( 49) terlahir mengikuti agama orang tuanya yaitu Kristen. Mulanya sang Ayah seorang Muslim,namun berhasil dimurtadkan oleh istrinya sendiri. “ Ayah berhasil dibina menjadi aktifis penginjilan ( misi menyebarkan Kristen) handal,” papar Dewi.

Perempuan asal Solo ini meninggalkan kota kelahirannya mengikuti Ayahnya yang anggota AURI pindah tugaske NTB Pulau Lombok. Sejak kecil Dewi dan dua adiknya dididik menjadi Kristen yang fanatik dengan doktrin bahwa Kristen adalah kasih dan sangat merendahkan Islam.Bahkan digembleng untuk mempengaruhi kehidupan masyarakat Muslim di Pulau Lombok agar mengikuti ajaran mereka.“ kami semua aktifis gereja, aktif memurtadkan muslimin,” ungkapnya.


Ibu saya, lanjut dia, berhasil mendidik ketiga anaknya dalam menyebarkan agama Kristen.Contohnya saja, adik laki-laki Dewi menjadi pendeta di daerah bandung. Menarik simpati masyarakat dengan cara masuk kedalam dunia mereka, memberikan solusi di setiap permasalahan kemiskinan, rehabilitasi remaja Muslim yang kecanduan narkoba. “ semua itu hanya kedok agar masyarakat mau berpindah agama,” ujarDewi

Dan adik perempuannya, aktif menginjil di Bangkalan Madura.Sasaran utamanya menggoda para Kiai yang menyebrang ke Surabaya setiap malam minggu.Dengan berdirinya jembatan Suramadu, penginjilan pun semakin lancar.

Bahkan, Dewi sejak kecil sudah aktif memurtadkan teman-teman Islamnya.Dengan iming-iming roti, sepatu,dan tas ia berhasil membawa mereka ke Sekolah Minggu dan dibaptis di Gereja. Hingga pada tahun 1986, ia menikahi aktifis HMI ( HimpunanMahasiswa Islam) untuk menjalankan misinya. Dan memiliki anak,setahun setelah menikah.“ anak saya pun dijadikan bibit unggul Kristen yang militan dan misionaris oleh ibu,” aku perempuan yang pernah menikah tiga kali ini.

Tahun 1992, pendeta mengizinkan Dewi bercerai dengan suaminya karena konflik rumah tangga.“ padahal dalam Kristen tidak boleh ada perceraian. Namun sejak saya dibolehkan bercerai, banyak kasus gugatan perceraian dan dibolehkan,” kata Dewi.

Walaupun aktif menjadi misionaris, sebenarnya Dewi meragukan Kristen sejak kecil. Ia berfikir siapakah yang menyuruh manusia memilih agama yang dipeluknya( Islam, Kristen maupunKatolik ). “ di Bible tidak saya temukan satu ayat pun Allah maupunYesus menyebut ‘Kristen’ apalagi menyuruh memeluknya,” tegasnya.

Dihukum orang tua dan guru karena nekad bertanya hal ini sudah biasa bagi Dewi.Setiap kali bertanya, tidak ada jawaban yang jelas.“ Bahkan tidak boleh bertanya hanya wajib diimani, ” jelasnya.
Meskipun ragu, Kristen tetap menjadi pilihannya.Karena menurut Dewi, Islam adalah agamanya orang bodoh, melarat, pemalas, biang kerok segala kerusuhan dan kekerasan.“ Opini buruk itu terlanjur mencengkram erat di dalambenak kami,” paparnya.

Namun semakin hari ia semakin dihantui berbagaimacam pertanyaan tentang kebenaran Bible dan isinya. Dalam benaknya, ‘Buku pedoman yang sudah benar,baik dan sempurna maka tidak perlu direvisi.’ Dan jika Bible sempurna, mengapa Al-Quran harus diturunkan.“ fakta ini mengusik dan menggoyahkan iman Kristen saya,” ucap perempuan kelahiran 1962 ini.

Tepat pada malam Natal, 24 Desember 1998 kegalauannya memuncak.Sejuta tanya tetap tak terjawab. Ia pun pergi ke Madiun dengan kecepatan mobil yang melaju kencang. Tiba-tiba ban Mobil kempes tertancap potongan besi, mobil tidak dapat dikendalikan. Seketika wajah jadi pucat pasi, jantung berdetak kencang.Spontan ketakutan akan kematian menghantuinya. “ kemanakah jiwa ini berlabuh jika mati, sementara saya belum menemukan agama yang benar,” kenang dewi mengingat peristiwa saat itu.

Ternayata Tuhan masih memberinya hidup, ia berhasil mengendalikan mobil dan menepi berhenti di pinggiran sawah. Tiba-tiba terdengar suara azan magrib.“ hati saya bergetar dan berfikir inikah jawaban kegalauan hatiku selama ini,” tuturnya.

Akhirnya ia memutuskan mempelajari agama Islam melalui buku Akhlak Islam yang dipinjami temannya. Dewi pun sangat takjub dan terpesona begitu mengetahui bahwa Islam sangat memperhatikan hal-hal yang sepele sekalipun.Semuanya diatur dan ada petunjuknya di dalam Al-Quran dan Hadits.“ Islam betul-betul tuntunan dan pedoman hidup dari tuhan,”pikirnya.

Setelah bertahun-tahun dalam pergulatan batin, melakukan perenungan serta memohon petunjuk kepada Tuhan sebenar-benarnya Tuhan.Februari 1999 tepatnya di Solo, menjadi hari bersejarah bagi Dewi dengan memeluk agama yang benaryaitu Islam. “ Allah melapangkan dada saya untuk memeluk Islam dan Islam satu-satunya agama yang sah dari Allah,” ujarnya. Ryan Febrianti
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

'Quote'

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah"
- Pramoedya Ananta Toer-

" Pensil yang tumpul lebih baik dari ingatan yang tajam"
- Kaelany HD -

" Wa Laa Tamutunna Illa wa antum Kaatibuun "
- Prof.Ali Yaqub -




 
Support : Ekonomi Islam | Yans Doank | Murabahah Center
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ryan's Blog - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Yans Doank